Pages

Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Wednesday, January 8, 2020

Menerima Kekurangan Diri

Dua minggu terakhir ini, baca buku, nonton film, dan melalui pengalaman yang terjadi, aku dapat 1 kesimpulan.

Ok aku mulai yaa..

Di bawah ini, merupakan hasil jepretan kamera dari buku Smarter, Faster, Better.

"Let it go~
Let it go~
That perfect girl is goneeee~"


Jepretan perikop buku di atas sedang membahas bagaimana proses inovasi terbentuk dalam pembuatan film Frozen. Inovasi ide cerita terbentuk dari terciptanya lirik soundtrack film Frozen ini. Tapi, yang ingin bahas kali ini adalah kutipan lirik soundtrack Frozen dari foto di atas.

Makin lama kita hidup, menurutku, harus makin bisa menerima kekurangan diri sendiri. Tujuannya, biar kita lebih percaya diri untuk menghasilkan sesuatu, untuk melayani dan membantu sesama, untuk menggunakan talenta/bakat kita, dan untuk menunjukkan kemampuan kita.

Kita yang walaupun punya banyak kekurangan/insecurities, tetap bisa memberikan yang terbaik, bisa melakukan sesuatu untuk orang lain, masih bisa melakukan tugas kita. Bukan apa yang kita pikirkan atau yang masuk ke diri kita yang menjadi acuan seberapa baik diri kita, tetapi apa yang keluar dari kitalah yang akan dinilai sama Tuhan. Sama seperti bukan apa yang masuk ke diri kita yang menyebabkan kita berdosa, tetapi apa yang keluar dari kita (baik perkataan maupun perbuatan) yang menyebabkan kita berdosa << ada di Markus 7:15 (atau bisa baca Markus 7:15-23).

Jangan patah semangat untuk memberikan yang terbaik yaa kawan, cheers!

Kalau dari film, mungkin pada banyak yg tahu, filmnya itu film Imperfect (sutradara: Ernest Prakasa). Inti yang aku dapat dari film itu juga sama, ga masalah untuk menjadi gendut,tetapi yg penting bisa bahagia dan ga menghalangi untuk berbuat baik.

Satu lagi aku tambahkan ya

Entah kenapa aku berani-berani aja posting foto yang terlihat seperti buntelan dan kekurangan lainnya.

Sepertinya aku sudah mulai bisa menerima kekurangan diri sendiri. Karena yaa, memang harus seperti itu, agar bisa melanjutkan hidup dan berkarya. Ada kekurangan yang bisa diperbaiki, tetapi ada pula kekurangan yang kita ga mengerti cara penyelesaiannya (butuh research dan percobaan berkali2), dan bahkan ada yang butuh mukjizat Tuhan untuk kembali pulih dan normal. Semuanya butuh waktu dan proses. Dalam proses itu, kita diharapkan untuk menerima kekurangan yang ada. Intinya adalah jangan patah semangat untuk melakukan dan memberi yang terbaik, untuk melayani sesama, walaupun punya banyak kekurangan.

Ok deh, segitu saja, terima kasih telah membaca artikel ini.

See you on the next post!

Saturday, January 26, 2019

Menikah Menikah Menikah (Review Vendor)

Hmmm, sungguh terlaluuuuu. Banyak orang yang ga nyangka cowokku dan aku menikah. Begitu juga denganku. Baru aja lulus kuliah Magister, terus mama minta aku menikah sama si AA. Cari tanggal, eh, ga tau nya tanggal baiknya tahun itu juga. Pusing pala barbie kan jadinya. Deg-degan, feeling not ready, dsb. Namun, yang terpenting kita berhasil berhasil melaluinya, melalui segala gejolak yang ada. Thanks, God. Tanpa Tuhan yang bimbing, aku rasa kita tak mampu. Buat yang mau menikah, hati-hati, banyak rintangan menjelang pernikahan. Good luck!

Pilihan demi pilihan bermunculan, apakah akan menikah di Jakarta atau di Bogor atau di Tangerang-Serpong. Sempat tertarik dengan venue Jakarta, yaitu Untar. Karena affordable, paketnya lengkap, dan review nya bagus-bagus. Kembang goela juga bagus untuk resepsi, romantis tempatnya, sukaa. Untuk gereja, bisa di kapel MBK (Maria Bunda Karmel) atau kapel di gereja Pluit (Stella Maris). Aaaa, gerejanya bagus di Stella Maris Pluit, baru tau gara-gara persiapan pernikahan ini. Tapi, akhirnya kita semua sepakat di Bogor, karena ngurus administrasinya lebih mudah, baik urusan gereja dan catatan sipil.

Untuk kali ini, aku ingin menulis review vendor-vendor pernikahanku di Bogor.
1) Venue: Podium fs Ekalokasari Bogor
Kesan pertama begitu survey tempat di sini adalah lega, bersih, terang, nyaman, plus dikasih kursi banyak (100 buah). Mama suka, cowokku suka, aku juga suka. Sempat survey ke Hotel Arch Bogor, pilihan kedua kami. Pemandangannya bagus dari jendelanya. Tapi, sayangnya kurang lega, maksimum 400-500 undangan saja.

Jadi, kami memutuskan untuk di Podium saja. Hmm, kira-kira 27juta (ini sudah dapat diskon 1juta dari mba verly nya), sudah ada ruang untuk tea pai dan ruang untuk make up. Selain itu, bisa cicil juga dan petugasnya bersahabat. Ooops, tapi jangan kaget kalau ada biaya tambahan lagi untuk biaya listrik fotografi dan listrik entertain di akhirnya ya.

Tapi secara garis besar, aku puas di sini.

2) Catering: Ferry Catering
Wah, ini langganan nii. Awal mula, saat pernikahan kakakku, luar biasa, kok bisa ada makanan seenak ini. Hahaha. Jadi, kuputuskan mau pesan di sini juga. Nice, good job tuk ko Ferry, tante Indri, dan crew. Enak-enak makanannya.

3) Dekor: Tante Witri (Lorraine Decoration)
Yang ini, di luar ekspektasi banget. Aku kira biasa ajaa. Ga taunya baguuuuus dekorasinya. Dari semua yang aku review di sini, paling senang sama dekorasinya ini. Cantik, ga kosong ruangannya jadinya (padahal lega dan besar), lalu dikasih kaca-kaca juga untuk bagian belakang pelaminan. Perpaduan warna bunga dan dekorasinya, cocok dan indah. Suka suka suka.

4) Music: Inggrid
Bagus untuk acara pernikahan, tidak terlalu memperhatikan karena waktu itu perhatian tersita kepada jalannya acara. Tapi, aku senang karena mereka membawakan lagu favorit yang ga disangka-sangka, "You are my everything - Glenn Fredly".

5) WO: Harmony Management
Overall, terima kasih banyak sudah mau bantuin, capek, dan pusing untuk acara pernikahan kami. Dari pagi subuh-subuh, sudah stand by aja. Profesional. Walau kurang sreg dengan lagu awal, tapi gapapa, yang penting acara berjalan lancar, baik, dan sesuai dengan harapan. Dikasih design buku misa yang bagus pulaa. Terima kasih banyak Harmony. Sukses terus ke depannya.

6) Make Up: Heramimi
Baguuus hasilnya, banyak yang bilang cantik. Efek make up-nya membuat mataku besar dan seimbang/tidak kecil sebelah. Overall aku suka. Tepat waktu juga, jam 3 pagi teng ci hera dan crew-nya sudah stand by. Good job.

7) Gaun: Yohannes Bridal
Yey, bagus yaa Yohannes Bridal ini. Tapi harus keluar uang lebih. Kalau engga, ada aja yang kurang disuka untuk baju pengantin yang paling lowest grade. Kurang putih laah, atau kekecilan lah, main stream lah, dsb. Walau begitu, tetap menemukan yang disuka. Untuk yang lowest grade, harganya 10 juta untuk harga 2018 (di akhir-akhir, jangan lupa minta diskon juga ya).

8) Jas: Amar Tailor Pasar Baru
Hmmm, luar biasa di sini ramai orderannya. Tapi kenapa yaa, pengambilan jasnya tidak sesuai janji, molor. Lalu, hasil jasnya kelihatan kebesaran di suamiku, di pundaknya. Jadi agak kurang suka, kurang pas.

9) Foto: Infinity Pictures
Aaaaa, kecewaaa sama fotografernya karena sudah dua bulan belum ada hasil. Terus, yang dicetak dalam album foto box-nyaa seharusnya persetujuan pengantinnya dulu. Jadi yang dicetak, masa ekspresinya begituuu, ada yang monyong haha. Padahal, masih ada foto yang lain. Kelihatan banget malesnya, malas cari foto lain maksudnya. Kalau pas nagih, paling tepat waktu. Hahaha. Waktu itu, aku cari foto penerima tamu, cuma ada satu aja fotonya. Kurang fotonya yang dikasih. Foto dengan anggota koor juga, yang dikasih adalah foto yang matanya tidak lihat ke kamera. Harusnya ada kan, dimana orang-orang yang difoto melihat ke kamera. Hmmpz.

Videonya dan fotonya lumayan bagus hasilnya. Cuma ya begitu. Kalau untuk ke depannya, mudah-mudahan bisa ditingkatkan lagi ketepatan waktunya.

10) Prewedding: Starlite Photography
Baguuus, yang ini bagus fotonya. Untuk foto prewed indoor-nya, aku dan suami suka. Konsep lucu-lucu soalnya (psst ada yang kostum sekolah juga lho). Dan yang lebih penting, jadinya tepat waktu sesuai janji di sini. Untuk foto prewed indoor, untuk baju pengantin sendiri harus sewa lagi dari luar, karena kurang suka dengan stock baju yang ada. Jas cowoknya juga tidak disediakan untuk model polos, adanya jas kotak-kotak. Tapi, tidak apa-apa, karena hasil fotonya bagus dan tepat waktu.

11) Undangan: Angels Card
Yang ini, kami puas, walau cukup ramai juga orderan di sini (banyak calon pengantin yang order juga di sini). Senang karena bagus hasilnya. Dipuji sama Brendan project managerku, katanya undangannya beautiful. Walaupun dia ga datang, gapapa. Yang penting, spread the love with this invitation. :)

12) Sepatu: Donamici
Sepatu bagus dan nyaman walau tinggi sepatunya 10cm. Waktu itu, aku ke mangdu pas hari Selasa tanggal merah. Untungnya tetap buka, karena tertulis kalau mereka tutup setiap hari Selasa. Di sini, enaknya adalah kalau ada bagian kaki sakit, bisa dilakukan "pelenturan". Itu istilah mereka, wkwkwk. Jadinya, ga sakit lagi deh saat memakai sepatu cantiknya. Terima kasih, Donamici.

Sekian reviewnya. Terima kasih untuk semua yang membantu jalannya acara pernikahan kami. Semoga bermanfaat untuk calon pengantin berikutnya. Kalau ada waktu lagi, aku tambah foto-foto pernikahanku ya. Terima kasih.

Tuesday, January 10, 2017

Itinerary Jalan-Jalan Ke Malaysia (Kuala Lumpur, Melaka)


Post kali ini aku persembahkan buat mba debita. Mba debita adalah teman perjalananku ke luar negeri pertama kali, yaitu Malaysia, bulan April 2015. Jalan-jalan ke Malaysia ini, dipelopori olehnya. Dia sangat bersemangat untuk traveling. Aku sendiri ga ada kepikiran mau ke sana, karena mungkin belum punya passport juga, terus ada rasa takut juga ke luar negeri.Well, memang langkah pertama itu suka sulit. Tapi, kalau udah sekali mencoba dan berhasil, jadi menimbulkan kepercayaan diri tersendiri.

Oke, mulai darimana ya. Pertama-tama, kita bahas hotel ya. Ga nginep di hotel siii, tapi menginap di Bodhi Lodge, yang lebih low cost budget. Menginap di sana, berdua, kurang lebih 150rb per malam (2015). Letaknya dekat dengan stasiun LRT, satu stasiun sebelum KL Sentral, yaitu Bangsar. Bodhi Lodge ini bersih, nyaman, dan pemiliknya, yang dipanggil Jiji, memang ramah dan helpful, seperti yang tertulis di review Agoda. Dia memberitahu tempat rekomendasinya dan transportasi ke sana. Ada sevel deket sana, ada juga warung makan India untuk kami beli sarapan, pssst, ini juga dikasih tau sama Jiji. Terima kasih Jiji yang baik hati. FYI, Jiji ini panggilan yang artinya tante kalau di keluarganya pacarku, kalau di keluargaku, panggilannya ii.

Tempat Sarapan di deket Bodhi Lodge
Bentuk coin untuk LRT
Daerah dekat LRT Bangsar
Di penginapan sana, kami berkenalan dengan satu perempuan Jepang, namanya Ririka, katanya, kalau di KL, dia sering menginap di Bodhi Lodge ini. Mba debita, senang berinteraksi dengan orang, jadi cepat akrab, sampai akhirnya tukeran souvenir dengan perempuan Jepang itu dan tukeran Line juga. Hebat kan. Ga kepikiran sama sekali. Mantap.

Perjalanan ke KL diriku, dari empat hari, tapi full day nya cuma dua hari, waktu yang singkat bukan? Walaupun begitu, perjalanan ini benar-benar mengesankan karena berjumpa dengan orang-orang baru, melihat tempat-tempat baru, dsb. Hari pertama, kami mengambil penerbangan malam, sampai sana malam jem setengah 12 malam waktu KL.

HariJamTujuanKeteranganLamaCost
121:35KL SentralSampai di bandara45mnt - 1 jam



menuruni eskalator ke LCCT




(Low Cost Carrier Terminal)




a) beli Maxis (sim card)
20 RM



b) beli tiket bus ke kl sentral
8-10 RM



naik Aerobus /skybus




* Aerobus lbh murah katanya









BangsarKL Sentral ke Bangsarsekitar 5 mnt1 RM



(Kelana Jaya Line)


Gelap, LRT pun sudah tutup sehingga tidak bisa naik LRT untuk penginapan. Kami pun memutuskan naik taksi. Taksinya sudah lapuk, tapi ternyata AC-nya masih dingin, dan sampai dengan selamat di penginapan.

Untuk hari kedua, akan aku tunjukkan hasil baca-baca berbagai blog mengenai Jalan-Jalan Ke Malaysia-KL.

Wednesday, January 27, 2016

Kelas Inspirasi Sukabumi

Wohooo, Kelas Inspirasi Sukabumi seru!
Kelas Inspirasi Sukabumi merupakan salah satu kota yang mengadakan kelas inspirasi untuk memberikan tambahan wawasan dan sharing pengalaman dari para profesional ke anak-anak SD menengah ke bawah. Jadi, mesti pakai bahasa yang lebih simple dan mudah dimengerti anak-anak. "Biar menarik anak-anak mesti pakai nada suara yang menarik dan kata-kata yang menarik". Itu kata salah satu relawan guru yang satu kelompok denganku. Kya, memang sulit, diriku masih butuh belajar banget soal kata-kata dan nada dan intonasi suara itu.

Kenapa tertarik ikut yang Sukabumi? Pertama-tama si, karena ga perlu cuti. Cukup izin saja karena diadakannya di hari Sabtu. Kedua, karena mochi, yeah, ngidam mochi tiba-tiba. Menarik kan? Memang sepertinya, kota-kota lain lebih baik diadakan di hari Sabtu, biar lebih menarik minat pekerja yang kerja di lain kota, seperti Kelas Inspirasi Sukabumi ini. Tapi, ada juga yang memang niat sih, tidak ada yang bisa menghalangi, seperti beberapa teman relawan kelas inspirasi lain yang menceritakan pengalamannya telah mengikuti Kelas Inspirasi di berbagai kota yang bukan domisili nya dan bukan kota tempat ia bekerja. Aku dengar juga, panitia Kelas Inspirasi Sukabumi ini berdomisili di luar kota Sukabumi, jadi susah sekali untuk kumpul atau meeting tatap muka, hanya mengandalkan media whatsapp group, dsj. Salut juga terhadap mereka, bisa mengadakan Kelas Inspirasi Sukabumi ini.

Jadwal Kereta Pangrango

Pengalaman Kelas Inspirasi Sukabumi ini adalah pengalaman pertama ke Sukabumi sendiri naik kereta. Yaa, ga sendiri banget sii, soalnya aku kenal dengan salah satu relawan, yaitu mba Ana sama mba Nunik, kenalan sewaktu mengikuti Kelas Inspirasi Jakarta 4. Lalu, ternyata banyak juga, anggota kelompok SD kelompokku yang naik kereta. Kereta Pangrango ke Sukabumi ini harga tiket pergi 20 rb dan tiket pulang 25 rb. Beli tiketnya di loket stasiun kereta Paledang Bogor, kemarin ini pada nitip di Teh Yuni yang siap membelikan tiket kereta kelompok, hanya butuh nama dan nomer KTP untuk pesan tiketnya. Walau waktu itu jadinya pergi dengan kereta yang terlambat datang, aku merasa baik-baik saja, karena aku tidak sendiri. Bersama-sama memang menyenangkan. Lalu, karena posisi tempat duduk berhadap-hadapan dan dikelilingi oleh relawan satu kelompok, maka jadilah sepanjang perjalanan, kami bercerita, ngobrol, dan bercanda. Ternyata bener ya, sahabat bisa didapatkan di perjalanan seperti ini.

Sampai di sana, segera carter angkot ke SDN Begeg 2 yang merupakan sekolah yang telah ditetapkan untuk kelompok kami. Katanya, antara SDN Begeg 1 atau SDN Begeg 2 merupakan sekolah dasar Syahrini, artis paling hitz se-Indonesia. Kami semua yang naik kereta mempunyai rencana untuk nginep di rumah dinas yang ada di SD-nya. Tapi, akhirnya para wanita menginap di mushola SD karena rumah dinas tidak muat menampung kami yang naik kereta. Wah, pertama kali tuu, aku nginep di mushola. Kocak juga, dingin dan banyak nyamuk ganasnya, sampai-sampai muka kena gigit juga. Bener-bener pengalaman yang unik. Sebelum tidur, kami juga harus menyiapkan pohon cita-cita bertema luar angkasa dan name tag berbentuk mahkota yang belum selesai. Yaa, karena sebelumnya tidak pernah ngumpul juga, jadinya dikerjakan hari itu. Saranku untuk yang mau ikut kelas Inspirasi nya sii, sebisa mungkin jangan sampai lembur ngerjainnya ya. Oke? Oke?


SDN Begeg 2
Aku dan Kang Dimmy
Senam Senam Senam

Lalu, pagi harinya, kami mulailah mengadakan upacara pembukaan. SDN Begeg 2 mempunyai satu halaman dengan SDN Begeg 1, jadi opening dan closingnya barengan. Yang kocak juga di sini, adalah persembahan dari SD-nya adalah senam SKJ, persembahan atraksi dari kelompok Kelas Inspirasi SDN Begeg 1 adalah senam Pencak Silak, lalu persembahan dari kelompok Kelas Inspirasi SDN Begeg 2 adalah senam Coconut. Jadi, semuanya senam, wkwkwk, kompak kan?

Selesai opening, lalu masuklah aku ke kelas pertama, kelas 6 SD. Aku rencananya pakai infocus, karena ingin mengajarkan CSS dan tampilan Home sederhana. Masalah terjadi karena setting infocusnya ternyata rempong jugaa. Ah, tapi untung ada yang bantuin. Jadi bisa lagi dah. Anak-anak kelas 6 nya mendengarkan dengan baik. Muga-muga, jadi pada pengen belajar juga website juga yaa. Monggo. Bisa latihan lebih banyak dengan membuat blog atau latihan di http://www.w3schools.com/

Kelas 2

Lalu, giliran kedua, aku mesti ngajar di kelas 2 SD. Materiku adalah perkenalan profesi lalu memperkenalkan perangkat komputer dengan gambar yang kusiapkan. Setelah selesai, kami main games Komuni Kata dengan kalimatnya seputar fungsi perangkat keras komputer itu. Anak-anak kelas duanya, ada yang aktif main, ada yang pasif. Tapi yang aktif main lucu juga yaa, balik lagi ke aku mulu, untuk aku bacain lagi kalimatnya. Gemes sama anak-anak itu, gemes dalam arti kata ngangenin tingkah mereka. Pas di kelas dua ini juga, ada yang tanya aku ini orang apa? Aku jawab aja aku orang Bogor dunkss. Asli Indonesia. I just want to show them, that I'm not different from them, I'm Indonesian.

Next, giliran ketiga, aku ngajarnya di kelas 4. Seru juga, aku kasih perkenalan profesi programmer lalu perkenalan perangkat keras dan komponen2 dalem nya. Hmmm, sama games juga, tapi games korek api sekarang. Itu lho, games mengubah bentuk gambar dengan korek api. Menurutku, masih nyambung karena berhubungan dengan pemecahan masalah yang akan dihadapi programmer. Seorang programmer itu mesti kreatif dalam mencari jalan/solusi dari masalah, kalau ini tidak bisa, harus berpikir jalan lain. Ada banyak jalan menurut Roma, begitulah prinsip utama seorang programmer.

Karena SDN Begeg 2 hanya terdiri dari 6 ruang kelas, makanya rata2 relawan hanya mendapatkan tiga kelas untuk dimasuki. Lalu, tiba di sesi closing dimana ada acara flashmob dengan memakai lagu Coboy Junior. Seruu juga, walau aku jadi kangen pas ikut Kelas Inspirasi Bogor 3 di SDN Citeureup 04, karena anak-anak Bogornya ikut nyanyi dan seneng banget sama lagunya Coboy Junior, jadinya mereka lebih semangat dan malah minta diulangi lagi gerakan flashmob-nya. Lebih terasa semangatnya. Yang Sukabumi ini, versi lebih kalemnya. Lalu, sesi ini diakhiri dengan penyerahan pohon cita-cita dan tak lupa untuk foto bersama. Kami para relawan SDN Begeg 2 disuguhi cemilan dan makanan siang, wah bahagianya kami para relawan saat itu.

 

Setelah selesai makan dan pamitan, kami menuju tempat evaluasi/refleksi Kelas Inspirasi Sukabumi yang letaknya di pendopo. Macem istana presiden ya, pendopo itu, dan letaknya di pusat kota, jadi mudah ditemukan. Nah, ternyata panitianya baik, ada yang bersedia memesankan dan membelikan mochi untuk oleh-oleh kalau-kalau ada relawan yang tidak sempat beli karena harus mengejar kereta. Tapi, aku memutuskan untuk beli esoknya. Pulang dari refleksi, wah, ini nii, kita jalan-jalan ke Situ Gunung! Ada salah satu relawan yang bukan dari kelompokku, sudah tau persis dimana tempat yang pas buat nginep. Waktu itu, kita nginep di Pondok Wisata Ana. Puji Tuhan banget bisa menemukan tempat menginap yang pas di kantong. Bayarnya dihitung per kamar. Waktu itu, ber-18 untuk dua kamar, 9 perempuan, 9 laki-laki. Pas banget lagi nih, bisa dibagi dua kamar.


   

Situ Gunung gimana? Baguuus, dingin, sejuk, adem, menenangkan, pengen sebenernya lebih lama lagi di sana. Asri, hijau, dan tidak banyak sampah a.k.a cukup bersih. I love green scenery, I love water, I love cool breeze. And it's all combined at Situ Gunung! Yeaah.. Situ gunung merupakan hadiah terindah untuk para relawan Sukabumi. Ga nyesel datang ke sana. Oke, mungkin sekian dulu ceritanya. Terima kasih sudah menyimak. Tunggu tulisan berikutnya ya.

Thursday, April 30, 2015

100 Doraemon Secret Gadget Expo - Ancol Jakarta

This was one of my best memories with him. We came to 100 Doraemon Secret Gadget Expo Jakarta at February 14th 2015, Valentine's day. It was held at Ancol Beach City Mall, Jakarta. At the beginning, I came with the spirit of "ooooh, I want to capture all poses of doraemon". But, haha, I could say that it was exhausting and felt enough to capture what I really like. It was fun with him, the one I love, made some funny faces and poses. And, one thing that mesmerizing me was the beach view. I realized that beach and the sea were more beautiful and romantic from this spot, from Ancol Beach City. The afternoon sky and the sunset were so lovely.

That's it for 100 Doraemon Secret Gadget Expo Jakarta. See you at the next posting. Thank you.

Saturday, November 22, 2014

Kelas Inspirasi Bogor 2

It was my pleasure to be a part of this social act. Kelas Inspirasi has a mission presenting to needy children pictures of what they can be in their future. There are many kinds of jobs that might be reached even though they have limitation, especially in financial. If they have a future visualization, we can hope that they will have a bigger motivation to struggle in reaching their bigger dreams, not getting married in young age, because there is a better life await in front of them if they keep on the track, on the formal education. Kelas Inspirasi calls people to build these children's dreams.

Kelas Inspirasi Bogor II was held on September 9th of 2014. I was a part of recruitment committee and this was my first experience as a facilitator. Becoming recruitment staff touched me because in my society, there were still a lot of people that wanted to help other people and opened my mind because there were jobs that I thought never could be reached by young people or never thought it could be existed in Indonesia, such as assistant of parliament staff, part of World Bank that have a branch in Jakarta, a person who have a job to heal mental disordered people, etc. My second job was facilitator. As a facilitator, I thought it was a joyful thing. The reasons I said that because I got new friends that had a different background, and I could escape one day from my routine (it was a sweet escape). Two facilitators guided a group that consists of a few people (the volunteer), but there were also groups guided by only one facilitator. As a facilitator, we had to bring the spirit every day before the day of Inspiration Day, and told volunteers what they had to do, what they had to tell to the children, what they had to prepare for the Inspiration Day, and also needed to accompanied them at the school to help if there were unexpected trouble. Because the audience were children, the contain of the class had to be made as simple + fun as they could, for example, with picture, puzzle game, or crayon, or ball, or doll (doll hand) something like that. Helpfully, my facilitator partner was an experienced one and there was a tutorial video for giving materials to the children at the Inspiration Day (here) and many many other videos that uploaded on Youtube that would light up your fire.

My group had a chance to visit Sindang Sari 2 Public Elementary School. It only had
four rooms for Class 1 till 6 and each level had two classes, A and B. At the beginning, I was confused and amazed of their time management. But, they could. The key was the Class 6 had a longer schedule than others and one class could be placed for maximum three shifts in a day. For this event, all of them were arranged to come at the first and second shift. They also had their wide enough field to do ceremony and sport, though, it was joined with next public elementary school, Sindang Sari 1.

In the early morning, facilitator and volunteers gathered in one place, brought out things needed according to what we had planned and prepared before. After couple minutes, it came to ceremony time. At the ceremony, we did some ice breaking 'Superman Whooz Clapping' (I saw many children had fun with this, they teased each other), introduced ourselves to the children, and closed the ceremony, then the children went back to their class and waited for their new teachers (the volunteers). And then, new teachers started to tell their story about their jobs, one teacher for one class, and every 30-40 minutes, the teacher switched with another teacher. At last, the Inspiration Day was closed by flying a bunch of balloons (wohooo).

These were Sindang Sari 2 done (^ v ^):
1. Ceremony

2. Annisa (Research and Product Development)  -- making milk together

3. Eka (Statisticians) -- showing how fun statistic thing with balls

4. Vidya (DPR Assistant Staff) -- simulation meeting at DPR (Parliament)


5. Jaya Gulo (Customs Staff a.k.a Bea Cukai Staff) -- using doll (LINE doll and barbie) for telling his story

6. Sausan (Mind Slim Coach) -- using picture that related with health

7. Doddy (Molecular Biology Scientist) -- playing with water color to make rainbow

8. Sri Rahayu (Procurement and Supply Chain Staff) -- using kind of game board that related with her jobs

9. Resti (Public Relation)  -- using puzzle picture

10. Dhenny (Actuary) -- telling how to calculate money

11. Muh. Fatwa (IT Networker) -- showing video networking from hand phone - laptop - infocus

12. Alfa (Bag Designer) -- playing doh

13. Saiful Mujani (Owner of a Survey Company "SMRC") -- showing video about quick count

14. Ajeng (photographer) -- but her captures were not uploaded here (hehe)

15. Hand stamping

16. Flying balloons

17. Children tried to collect their new teachers sign
 18. And this is us #yey - Group 16


-The End-

Friday, November 15, 2013

As a Buyer, Not a student

Good evening again!! Thursday ago, I came to an Oracle invitation, kind of a seminar, the first time since I've got work at my workplace. Well, I thought it was really seminar, full of sharing knowledge, and some kind of that. Well, the core of that seminar was the promotion of their product. Hahaha, too naive, right? I should have prepared myself as a buyer not a student :-( This is a story about a newbie..

Well, here is what I got:
Oracle has new product that called Oracle In-Memory, that can contain and process data of OLTP and OLAP. OLAP data will use new format. This feature (can I called this feature?) can only be had if you have already installed Oracle 12c, while my office is still using version 10g (>.<). Version 12c is using pluggable database which can be plugged to another container database easily (can be transferred between other server also). They said that technology was called multitenant -> resources (OS/VM or memory) which can be shared among databases. Before too far, I have a question.. what is container database? They said something like Gold (RAC, data guard), Silver (data guard), and Bronze (back up).. well I imagine it's like a storage which has each classification of capability. Then, they talked about Oracle Cloud that had a new principle "Database as services" -> pay per use (use first as much as you need, then pay).

They also introduced about Super Cluster M6-32, a complete server and engineered system in one pack. All I could remember was about their price offering.. $ 3.6M (*o* and they said about bla-bla X faster and better than before. And other products like Oracle Mobile Platform, Exadata, Big data, etc. Now, I have a question.. How big data works and filters all the unstructured data? Still confusing, the information that they gave was still on surface level (>.<).

Next time, I should prepare myself as a buyer, ok? And as an implementer also, ok?

Sunday, December 30, 2012

2012

I started to read books again this year and I loved it <3, rather than watching movie or drama from notebook which uuhh making my eyes sick because of the radiation. And I got my new favorite writer, it was Tere Liye. Hohoho

God touched me deeper this year. Sorrow here and there, but I know He listened to us. I know He loved us and will always love us. Feel so grateful. And hey, it did not happen this year, the end of the world. hahaha.

Mazmur 31:22 (31-23) Aku menyangka dalam kebingunganku: "Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu." Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong.

Yesaya 49:15-16 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

I got my happiness also this year. Well, 2012 wasn't really bad.. like sushow 4-sujuu, internship, trick art..

2013, please be nice to me, to us..

Wednesday, May 2, 2012

Nonton Super Show 4 Indonesia #SS4INA

Nonton SS4 itu, harus bawa light stick super junior ->stick menyala dalam gelap berwarna biru dan harus tau fanchat (tanggapan/teriakan penonton saat si sujunya nyanyi). Sisanya yang ga mesti.. paling banner, pake aksesoris suju, pake baju warna biru tua, kamera (mesti, kudu, tetep!! walau dilarang bawa hahaha), dan lain sebagainya. Budget, budget, dan budget (padahal gara-gara light stick-nya aja :p). Menyampingkan hal itu, aku senang karena aku bisa datang ke suatu show yang megah, tata panggung dan suasananya super keren!! Apalagi, sudah mengidolakan sejak SMA. Selama konser, loncat-loncat, teriak-teriak pula.. maklum anak rumahan yang lepas dari rumahnya haha. Ada perasaan bergelora, saat salah satu personilnya, Kyu, melihat mataku, lalu dia berganti melihat ke arah lain, dan akhirnya melihatku lagi, dan melihat mataku lagi. Aneh juga.

SCTV menayangkan cuplikan, beberapa lagu sushow kan.. Dan ada yang berkomentar, mereka lip sync. Hmm, selama di konser ga keliatan mereka lip sync kok. Apa karena euforianya? Aku punya video SS2 dan SS3, mereka ga lip sync, kecuali untuk reff lagu atau bagian nyanyi yang ada efek-efek suaranya. Tapi yang jelas kalo bagian solo, ga ada yang bantu-bantu pake suara rekaman. Absolutely!

Nonton Super Show - Super Junior di MEIS, Ancol, 27 April 2012 huahhhh >.< Banyak ceritanya, panjang! Ngebuat aku galau selama April 2012 kemarin. Hmm, salah satunya aja kali yaa: aku sebenernya ga dibolehin sama mama+papa karena katanya ga berguna-hanya buang duit-duit aja. Hmm, tapi namanya hasrat yang besar (sejak tahun lalu, udah bergema-gema berita ss4 ada digelar di Jakarta), sudah mem-favorite-kan mereka sejak SMA, trus aku juga udah nabung dan cukuplah uangnya itu, rebellion pun terjadilah. Aku minta izin sama ciciku saja, dan dia emang baik bangeeeeeet superduper perhatian >.< hiks terharu, kasih wejangan macam-macam ke aku sebelum dateng ke konsernya, minta pacarnya buat jemput aku balik dari konser. Hhuhuhu huaaaahh aku terharu. Aku ingin membalas kebaikannya huhuhuhu. Aku ingin cerita, gara-gara ngebangkang ortu, tau ga apa yang terjadi padaku? Di minggu yang sama dengan SS4-nya, aku terkena kaligata, gatal-gatal, bentol-bentol selama 3 hari setiap tengah malam. Maafkan aku Mamaaaa >.< #merasa-bersalah. Aku sampai khawatir aku bakal garuk-garuk selama nonton Super Show-nya. Tapi, aku sembuh sebelum hari H-nya. Mungkin, mama sudah merelakan aku pergi nonton.

Entah mengapa, sejak pulang nonton konser, aku merasa orang tuaku benar, itu hanya buang-buang duit. Hmm, sebenernya, aku ga kecewa-aku senang, tapi aku merasa, aku cukup sekali saja nonton yang seperti itu. Ya, begitulah, cukup sekali saja. Perasaan/pemikiran ini aneh rasanya. Mungkin, karena aku memang biasaa saja, ga update mereka terus setiap hari, ga seperti temanku, yang sejati fangirling-in suju. Mungkin juga karena aku rindu dengan lagu-lagu ceria mereka yang sejenis Suju-H (jatuh cinta pada suju karena lagu-lagu suju-H). Mungkin, mungkin, dan mungkin.